Homepage » Perkembangan, Psikologi Anak, Psikologi Keluarga » Dampak Perceraian Terhadap Anak
Dampak Perceraian Terhadap Anak
By Muhammad Baitul Alim + February 19th, 2010
Perceraian dalam sebuah pernikahan tidak bisa dilepaskan dari pengaruhnya terhadap anak. Banyak faktor yang terlebih dahulu diperhatikan sebelum menjelaskan tentang dampak perkembangan anak setelah terjadi suatu perceraian antara ayah dan ibu mereka.Faktor tersebut bisa meliputi perubahan usia anak dan tahap perkembangan anak, konflik yang terjadi setelah perceraian, jenis kelamin anak dan gaya pengasuhan orangtua setelah bercerai. Kesemua hal itu dapat menggambarkan bagaimana dampak yang diberikan akibat perceraian terhadap perkembangan anak pada saat itu dan masa yang akan datang.
Perubahan Usia dan Perkembangan
Usia anak pada saat bercerai perlu dipertimbangkan. Tanggapan tanggapan anak kecil atas perceraian ditengahi oleh terbatasnya kompetensi kognitif dan sosial mereka, ketergantungan mereka terhadap orangtuanya.
Belum matangnya faktor kognitif dan sosial mereka akan lebih menguntungkan mereka ketika remaja. Pada saat remaja, mereka lebih sedikit ingat mengenai konflik dan perceraian yang terjadi pada saat mereka masih kecil. Tetapi tidak dipungkiri bahwa mereka juga kecewa dan marah atas perkembangan pertumbuhan mereka tanpa kehadiran keluarga yang utuh atau tidak pernah bercerai.
Anak yang sudah menginjak remaja dan mengalami perceraian orangtua lebih cenderung mengingat konflik dan stress yang mengitari perceraian itu sepuluh tahun kemudian, pada tahun masa dewasa awal mereka. Mereka juga Nampak kecewa dengan keadaan mereka yang tumbuh dalam keluarga yang tidak utuh.
Mereka juga menjadi kawatir bila hidup mereka tidak akan lebih baik bila mereka tidak melakukan sesuatu lebih baik. Pada masa remaja mereka dapat masuk dan terperangkap masalah obat obatan dan kenakalan remaja dari pada remaja yang mengalami perceraian orangtua pada saat kecil dan remaja yang tumbuh dalam keluarga utuh.
Konflik
Banyak perpisahan dan perceraian merupakan urusan yang sangat emosiaonal yang menenggelamkan anak ke dalam konflik. Konflik ialah suatu aspek kritis keberfungsian keluarga yang seringkali lebih berat dari pada pengaruh struktur keluarga terhadap perkembangan anak.
Misalnya, keluarga yang bercerai dengan koflik relatif rendah lebih baik dari pada keluarga yang utuh tetapi dengan konflik relatif tinggi. Pada tahun setelah perceraian konflik tidak berkurang tetapi bisa akan terus bertambah. Pada saat ini, anak laki laki dari keluarga bercerai memperlihatkan lebih banyak masalah penyesuaian dari pada anak anak dari keluarga utuh yang orangtuanya ada.
Selama tahun pertama setelah perceraian, kualitas pengasuhan yang dilakukan orangtua seringkali buruk. Orangtua lebih sering sibuk dengan kebutuhan kebutuhan dan penyesuaian dari sendiri seperti mengalami depresi, kebingungan dan instabilitas emosional.
Selama tahun kedua setelah perceraian, orangtua lebih efektif dalam mnegerjakan tugas tugas pengasuhan anak, khususnya anak perempuan.
Jenis Kelamin Anak dan Hakekat Pengasuhan
Jenis kelamin anak dan orangtua pengasuh adalah pertimbangan yang penting dalam mengevaluasi pengaruh perceraian terhadap perkembangan anak. Anak yang tinggal dengan orangtua pengasuh dengan kesamaan jenis kelamin menunjukkan kondisi sosial yang lebih kompeten seperti lebih bahagia, lebih mandiri, dan lebih dewasa dari pada anak yang tinggal dengan orangtua pengasuh yang berbeda jenis kelamin.
Dalam sebuah kajian lain, ditemukan bahwa remaja dengan jenis kelamin baik laki laki dan perempuan yang tinggal dengan keluarga ibu akan lebih dapat melakukan penyesuaian dari pada tinggal bersama keluarga ayah.
Kesimpulan tentang anak anak dari keluarga bercerai. Singkatnya, sejumlah besar anak yang tumbuh dalam keluarga yang bercerai. Kebanyakan anak anak pada mulanya mengalami stress berat ketika orangtua mereka bercerai dan mereka beresiko mengembangakan masalah masalah perilaku. Tetapi perceraian dapat juga melepaskan anak anak dari konflik perkawinan. Banyak anak yang mengalami perceraian orangtua menjadi individu yang berkompeten.
Daftar Pustaka
Santrok, John W. 2002. Life Span Development: Perkembangan Masa Hidup, Edisi 5 Jilid 1. Jakarta: Erlangga
Artikel menarik lainnya
34 Comments at "Dampak Perceraian Terhadap Anak"
pertamaaaaaaaaaaaxxxxxxxxxxx
hem,,,, sbisa mgkin hindari perceraian, kasian anaknya hikz
setuju… hidup cuman sekali, nikah yah sekali ajah yah…
jgn banyak2 hehehehehe
jgn banyak2 hehehehehe
heeuuh betul hindari perceraian
makanya sebelum nikah kita harus cocok dulu
kalo dah cerai kasian anak2 nantinya takutnya jadi tertekan atau trauma
kalo dah cerai kasian anak2 nantinya takutnya jadi tertekan atau trauma
komitmen untuk membangun keluarga yang sakinah mawaddah warahmah saat pertama membina rumah tangga melalui ikatan pernikahan hendaknya selalu diingat pasangan suami isteri, perselisihan dalam rumah tangga agar selalu diselesaikan dengan musyawarah, menyadari bahwa tiada kesempurnaan di dunia ini. saling memberi dan mengisi dalam kekurangan akan lebih baik daripada dijadikan alasan untuk berpisah …
berkunjung ke tempatnya masbow
tambah mantebs aja masbow
Banyak sekali dampak yang kurang baik buat anak
Saya akan berusaha menjaga perkawinan saya demi anak2 tercinta…terima kasih sharingnya
jadi gimana solusinya ya, jangan cerai? ya harusnya ada kesadaran dari kedua belah pihak
nice info sobat. hindari perceraian …
konflik ini yang bikin kepala mumet
anak pun mengalami psikis yang luar biasa, dia harus memilih antara salah satu dari kedua orang tuanya. Palagi jika salah seorang dari orang tuanya yang menjadi pemegang hak asuh, menikah lagi dan mempunyai keluarga baru. Itu akan membuat anak menjadi agak kurang nyaman.
Memang banyak sifat yang dapat mengubah perilaku anak, yg dikarenakan perceraian dari orang tuanya
Memang banyak sifat yang dapat mengubah perilaku anak, yg dikarenakan perceraian dari orang tuanya
betul bos ini artikelnya bagus……kalao ada perceraian pasti anak jadi korban…
memang sih…anak biasanya jadi korban jika keluarga broken home…tak cuma itu kehidupan anak biasa berdampak besar jika hal tersebut terjadi….posting yang bagus…
Memang benar mas, dampak negatif (madhorotnya) pasti lebih banyak daripada manpangatnya yah.
wah…setuju banget dengan postingan sobat…
tiap kali kunjung…postingan tetap berkualitas…
bisa jadi panutan nih…
berkunjung yah…ada postingan baru..thx
tiap kali kunjung…postingan tetap berkualitas…
bisa jadi panutan nih…
berkunjung yah…ada postingan baru..thx
bahaya juga ya
tapi kok masih banyak yang kawin cerai ya?
tapi kok masih banyak yang kawin cerai ya?
Memang gara2 ortunya cerai banyak anak yg terlunta-lunta, mudah2an kita termasuk orang yang tidak suka kawin cerai. he3x
Eh! baca juga artikel tentang Cara Membuat Blog Gratisan Yang Powerfull disini
Eh! baca juga artikel tentang Cara Membuat Blog Gratisan Yang Powerfull disini
perceraian akan membuat anak kurang memiliki inpirasi dan sangat dimungkinkan memiliki tingkat emosional yang tinggi, kalo bisa jangan deh terjadi perceraian, jaga hubungan tetap harmonis dan saling menjaga kepercayaan,trims
numpang nyari backlink z ya…thx dear
manntab
jika tidak bisa dihindari lagi mau gmana
apa boleh buat
terpaksa harus dilakukan
apa boleh buat
terpaksa harus dilakukan
hampir 2tahun saya selalu ingin bercerai…tapi melihat anak2 selalu keliatan riang jika kita bersama,rasanya ga sampe hati.akhirnya 4bulan lalu kupeluk suamiku,aku bilang ”apa masih bisa diperbaiki?”…dan kamipun menangis penuh haru dan bahagia sekarang…

bagus
BalasHapus